Bersinergi dan memberikan pelayanan yang terbaik

Nota Kesepahaman Kanwil DJKN Aceh dan PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk. Regional Sumatera I. MoU telah ditandatangani oleh Kepala Kanwil DJKN Aceh dan Senior Vice President PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Regional Sumatera I

Silaturrahmi dan penggalian potensi lelang

Kepala Bidang Aset DPKKD Pemeritah kabupaten Aceh Besar, Rafzan Amin mengapresiasi pelaksanaan lelang yang dinilai sangat lancar karena KPKNL Banda Aceh melaksanakan lelang dengan profesional.

KAKANWIL ACEH : Tingkatkan Dedikasi, Loyalitas, dan Tanggung Jawab

Arahan dan pembinaan dari Kepala Kanwil DJKN Aceh Ekka S. Sukadana. Ekka mengingatkan seluruh pegawai KPKNL Banda Aceh untuk meningkatkan dedikasi dan loyalitas serta tanggung jawab yang penuh dalam bekerja sehingga seluruh tugas yang dibebankan dapat dilaksanakan dengan baik.

Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) yang dilaksanakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh.

Ekka menjelaskan bahwa pentingnya pemahaman yang mendalam terkait aplikasi SIMAN sehingga proses pelaksanaan Rekonsiliasi BMN Semester I tahun 2015 dapat berjalan lancar.

Penghargaan Kepada Stakeholder Lelang

Seluruh permohonan lelang BRI Sigli pada tahun 2015 menggunakan e-auction
Banda Aceh – (4/5/2016) Turut serta dalam rapat koordinasi antara Kanwil BRI Aceh dan Kanwil DJKN Aceh, KPKNL Banda Aceh berikan penghargaan kepada Pimpinan Kantor Cabang BRI Sigli. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Kantor Cabang BRI Sigli menggunakan layanan e-auction sehingga capaian target KPKNL Banda Aceh pada tahun 2015 menembus angka 120%. Bertempat di aula Kantor Wilayah BRI Aceh, penyerahan plakat penghargaan diberikan oleh Kepala Subbagian Umum, Sejahtera Sitepu yang mewakili Kepala KPKNL Banda Aceh. Sedianya Kepala KPKNL Banda Aceh berencana menyerahkan secara langsung, namun panggilan Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan untuk mengikuti workshop pengisian form beasiswa mengharuskan Kepala KPKNL Banda Aceh meminta Kepala Subbagian Umum untuk mewakili.

Kontribusi terhadap capaian target atas permohonan e-auction dari Kantor Cabang BRI Sigli tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Pelayanan Lelang KPKNL Banda Aceh, Bambang Santoso, yang mengatakan bahwa seluruh permohonan lelang dari Kantor Cabang BRI Sigli berupa pelaksanaan lelang yang menggunakan e-auction, yang artinya 100% pelaksanaan lelang pada Kantor Cabang BRI Sigli pada tahun 2015 lalu menggunakan e-auction. “Tampaknya KPKNL banda Aceh sudah mendapat pelanggan tetap e-auction”, lanjut Bambang dengan senyum hangatnya.
Dari pelaksanaan lelang e-auction tahun lalu, capaian target KPKNL Banda Aceh adalah sebesar 124%, dimana Kantor Cabang BRI Sigli menyumbang sebesar 56% dari target.
Adapun rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah DJKN Aceh, Kepala Bidang Lelang beserta Kepala Seksi, juga perwakilan dari KPKNL Banda Aceh dan Lhokseumawe. Sedangkan dari pihak BRI dihadiri oleh Pimpinan Kantor Wilayah BRI Aceh beserta para pimpinan cabang yang didampingi oleh masing-masing account officer (AO) dan Non Performing Loan Officer (NPL). Rapat tersebut membahas frekuensi permohonan pelaksanaan e-auction pada tahun 2016 sebagaimana telah dirasakan manfaatnya oleh seluruh kantor BRI di wilayah kerja Provinsi Aceh.
Di penghujung acara KPKNL Banda Aceh memberikan sosialisasi Pearturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang (Pengganti PMK Nomor 93/PMK.06/2010 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 106/PMK.06/2013) yang disampaikan oleh Meyzar ahmad, pelaksana pada seksi pelayanan lelang KPKNL Banda Aceh.(HI)





























Masih Ada Waktu, Ayo Kami Bantu

Sosialisasi Peraturan Pengelolaan BMN

Banda Aceh – Senin (14/3) Menjelang batas akhir pelaporan pengawasan dan pengendalian BMN oleh para satuan kerja, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banda Aceh kembali mensosialisasikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.06/2012 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Barang Milik Negara (Wasdal BMN).  Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat KPKNL Banda Aceh ini bertujuan untuk me-refresh kembali wawasan mengenai Wasdal BMN kepada para satuan kerja, sekaligus memberikan jawaban atas pertanyaan dan masalah yang dihadapi agar satker dapat segera menyampaikan laporannya.

Dalam sambutannya, Kepala KPKNL Banda Aceh, Acep Hadinata meyampaikan bahwa jumlah satuan kerja (satker) stakeholder KPKNL Banda Aceh memberikan tantangan tersendiri dalam memantau dan menginvestigasi BMN. Tidak kurang dari 902 satker harus melaporkan kegiatan pengawasan dan pengendalian BMN. Diharapkan pula semua satker memahami dan patuh terhadap peraturan yang berlaku. Saat disinggung mengenai sanksi, Acep berharap agar hal tersebut tidak sampai itu terjadi. “Sanksi? selama masih ada waktu, kenapa harus berpikir tentang sanksi,” ujar Acep.

Hingga pertengahan Maret 2016, jumlah satuan kerja yang telah menyampaikan laporan pengawasan dan pengendalian BMN belum mencapai 65%, untuk itu acara yang dihadiri oleh para koordinator satker wilayah Aceh tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh para satuan kerja sekaligus menghimbau agar segera menyampaikan laporan Wasdal.

Acara tersebut juga merupakan acara sosialisasi yang terakhir bagi Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara KPKNL Banda Aceh Rahmaluddin Saragih. Rahmaluddin telah dipindahtugaskan ke KPKNL Pematang Siantar sebagai Kepala Seksi Penilaian. Meski begitu, saat menyampaikan materi, Rahmaluddin berharap agar silahturahmi jangan sampai terputus, “Jangan segan jika ingin bertanya atau sekedar menghubungi, dan semoga dapat semakin meningkatkan kerja sama dengan Kepala Seksi PKN yang baru” ujarnya. (san)










WBK-WBBM BUKAN PREDIKAT SEMATA


Penandatangan Pernyataan Komitmen Penerapan Program Pengendalian Gratifikasi KPKNL Banda Aceh



Banda Aceh, - Pada prinsipnya kita (KPKNL Banda Aceh-red) tinggal mempertahankan sekaligus membuktikan bahwa prestasi yang diraih oleh KPKNL Banda Aceh sebagai Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM) bukan hanya predikat semata, melainkan memang telah menjadi karakter dan kebiasaan kita. hal ini diungkap Kepala KPKNL Banda Aceh Acep Hadinata, pada acara Penandatanganan Pernyataan Komitmen Penerapan Program Pengendalian Gratifikasi, Senin (29/2).

Selanjutnya, Acep meminta kepada seluruh Pegawai KPKNL Banda Aceh untuk tetap menjaga nama baik KPKNL Banda Aceh, dan menolak pemberian dari stakeholders dalam bentuk apapun.
Sebagai informasi, sebelumnya, pada November 2015 telah dilaksanakan acara yang sama khusus untuk Pejabat Eselon IV di lingkungan KPKNL Banda Aceh.

Setelah seluruh pegawai KPKNL Banda aceh menandatangani pernyataan komitmen, acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai PMK.83/PMK.01/2015 oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Fajar Agung Budiyanto.

Sebelum acara ditutup, dilakukan internalisasi Kontrak Kinerja tahun 2016 dan sosialisasi Keputusan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor 111/KN/2016 tentang Rencana Pemantauan Tahunan di Lingkungan DJKN.

Internalisasi tersebut dilaksanakan dengan harapan seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan KPKNL Banda Aceh, siap dan berkomitmen utuk mencapai bahkan  melebihi target yang telah ditetapkan.(editor: Dit. Hukum Humas DJKN)








SOSIALISASI TUGAS DAN FUNGSI KPKNL BANDA ACEH

KPKNL Banda Aceh Promosikan Lelang dalam Seminar Sukuk 
di Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh – Turut berpatisipasi dalam seminar Kuliah Umum Pengelolaan Sukuk oleh Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, KPKNL Banda Aceh mendirikan stan dan mempromosikan layanan lelang kepada civitas akademika Universitas Syiah Kuala. Seminar tersebut diselenggarakan pada  Kamis, 3 Maret 2016, di aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Di luar ekspektasi, stan KPKNL Banda Aceh dikunjungi  banyak mahasiswa yang tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang lelang. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk mempromosikan layanan lelang internet yang menjadi kebanggaan DJKN. Tidak ketinggalan pula cindera mata diberikan kepada pengunjung yang beruntung dan mampu menjawab kuis yang diberikan.

Pada penghujung acara, Kepala KPKNL Banda Aceh Acep Hadinata yang menyempatkan diri untuk hadir dalam seminar memberikan sedikit penjelasan mengenai DJKN dan KPKNL dan mengundang peserta seminar untuk mengunjungi stan KPKNL Banda Aceh yang berada di belakang aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Selain KPKNL Banda Aceh, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Biro SDM Kementerian Keuangan juga turut menyemarakkan seminar tersebut.(san)